Bagi yang belum ikutan Kontes #1 : Komentator Terbaik, silakan klik di sini. Bagi yang sudah ikutan saya mengucapkan terima kasih yang tulus dari lubuk hati terdalam.
Lho memang gak salah tuh judul artikelnya, dikritik kok malah senang? Tentu tidak dong. Bagi saya kritik yang disampaikan kepada kita adalah tanda masih adanya perhatian dari orang yang bersangkutan. Apalagi jika disertai solusi yang membangun. Bukan sekedar kritik yang membabi buta.
Kalau orang sudah tidak peduli maka kemungkinan kita bakalan dibiarkan saja semau kita.
Membaca dan meperhatikan dengan seksama komentar dari rekan-rekan yang masuk sejauh ini, timbul rasa syukur. Ternyata banyak hal-hal yang selama ini kurang saya perhatikan. Mulai dari header, sidebar, penempatan banner, pilihan topik dan banyak lagi yang lainnyaaaaa…hahaha
Hal ini tentu menjadi semacam ‘cambuk’ bagi saya untuk berbuat yang lebih baik lagi ke depannya.
Tentu tidak semua solusi bakalan saya terima dan aplikasikan begitu saja. Bagamanapun setiap orang mempunyai taste yag berbeda. Bagus menurut satu orang belum tentu bagus buat lainnya. Begitu juga sebaliknya.
Harapan saya dengan adanya kontes ini, anda bakalan menjadi lebih berani untuk melontarkan kritik dan solusi di blog para senior. Gak usah takut. Hajar saja bro wkkwkkkkkk…
Jangan salah sangka mas mbak. Saya bukan ngompori loh, hanya sekedar manas-manasiĀ hehehe…
Hidup Blogger Indonesia. Hidup Blogger Newbie.





tapi kita juga harus pinter” mas menmpati kritikan tersebut…jangan pula memberikan kritikan yang mampu menghancurkan tanpa memberikan solusi…..
@ghe, sepertinya ide yg bagus mas
bukan hanya di ranah blogging
tapi seyogyanya juga diterapkan dalam keidupan sehari2
kritik dan solusi selalu berjalan beriringan
@Iwan Kus, nah berarti kalau di dunia realitas itu tinggal gmn kita ACTION terhadap file” yang ada dalam ide kita yo mas….
Selayaknya memang kita merasa bersyukur atas kritikan yang datang. Banyak yang mengkritik artinya banyak orang memperhatikan kita, peduli terhadap kita.
Saya biasanya berpikir seperti ini, “Orang yang saya peduli terhadapnya jangan sampai dibiarkan terpuruk dalam kesesatannya,saya harus menolongnya. Sementara orang yang saya tidak peduli terhadapnya –karena orang itu sudah tidak mau dipedulikan– maka saya biarkan, terserah mau gimana pun. Toh dia ngga nerima jadi orang yang diperhatiin ama kita.”
Kritik jangan sampai menjadikan diri kita lemah, kritik mestinya jadi pondasi agar diri kita makin kuat.
@Erdien, dengan kata lain mas erdien ini juga peduli dengan saya kan
@Iwan Kus, Pastinya begitu Mas
@Erdien, trima kasih sekali
saya hanya ingin menyaksikan…apa saja kritikan dari saya yang akhirnya dijalanakan sama Mas Iwan, pengen tahu taste mas Iwan sama apa gak gitu….,
@Khalid Abdullah, waduh yang biasa jadi pengawas ujian nih hehehe
ternyata ada api dibalik posting.. wahahahaha….!
mudah-mudahan segera ada penyaringan input dan bisa di realisasikan
@fadly muin, ada udang di balik peyek hahaha
btw tahu peyek mas?
@Iwan Kus, peyek ga tau. taunya rempeyek..:)
@fadly muin, ya itu kan miwon alias sami mawon
weee… ada kontes di sini…
@candradot.com, kritik donk!
Kritik memang perlu mas…tapi kalau terus-terusan dikritik kadang melemahkan semangat juga mas…jadi perlu juga pujian sekali-kali ..he..3x..
@Sugiana Hadisuwarto, makanya dikasih solusi mas
biar yg dikritik gak makin mumet hehehe
Wahhh…kritikpun ada kontesnya ya…Yang menang kriterianya apa mas? yang paling keras ngritiknya atau apa…he..3x.
Salam Petani Indonesia.
sama2 mas..makasih ya
aku kemaren ngasih kritik ato saran yak… mangaaap, lupa… hihihi….
Salut banget deh buat Mas Iwan. Tidak banyak yang berani membuka kontes komentar kritikan kayak gini. Setahu saya malah baru dua kali saya temukan. Sebelumnya ada mas Medhy Aginta (blogguebo.com) yang mengadakan kontes komentar kritikan begini.
Pokoknya maju terus deh mas. Membenahi blognya secara bertahap aja.
Sama-sama mas Iwan.
orang yg mau membuka pintu untuk kritik itu tanda orang yg ingin maju dan berkembang. Kalau bagi saya yang namanya kritik ya kritik, tak perlu diberi baju “membangun atau menghancurkan”, “positif atau negatif”. Karena pada akhirnya yg menentukan adalah kualitas si penerima kritik, baik kualitas mental maupun kualitas intelektual.
Mas Iwan telah menunjukkan dengan baik sekali sebagai orang yg ingin maju dan berkembang. Tentu saja bukan sekedar masalah blog saja ya, tapi diharapkan menjadi pola tindak di berbagai ladang kehidupan yang lain.
banyak orang dikritik bukannya terima, malah mati2an melakukan pembenaran diri. bahkan gak berhenti2 membalas org yg mengkritiknya di tiap ada kesempatan. jadi lawakan aja kalau yang begitu adalah blogger (yang ngaku) senior.
jangan ragu untuk mengkritik kebodohan dan hoax dari siapapun terutama dari blogger (yang ngaku) senior. yang kata2nya seolah titah dan kalimat benar bagi bloger2 nubie. kasian yang gak sadar, sudah salah mengambil role model pd senior2 kosong tsb.
untuk anda saya salut bang! ini baru namanya pemberani dan dewasa.
saya pakai nama palsu. anggap saja saya pengecut gpp.
(padahal tidak ada waktu untuk ngurus senior2 kosong)
@peu profonds, sayang email anda juga palsu ya
btw siapa tuh blogger senior yg “kosong”?
ya, dengan kritik kita bisa bangkit dan menunjukkan apa yang benar benar kurang dari kita sendiri .
terus melaju Mas
langkah strategis untuk menaikkan pagerank nih..