Ini adalah Guest Post ketiga yang saya tulis. Terima kasih buat mas Udin Hamd yang telah merelakan Blog-nya saya gunakan sebagai ajang latihan menjadi seorang Guest Writer.
Latar belakang penulisan artikel tersebut karena posisi sulit yang biasanya dialami oleh sebagian Blogger. Hal itu terjadi jika jumlah komentar yang mampir di Blog-nya semakin melimpah.
Atau mungkin saja sang Blogger sedang aktif membangun proyek baru. Jangankan menjawab semua komentar kadang untuk update artikel saja tidak sempat.
Tidak pake lama, silakan cek artikelnya di sini.





Awwalan kali ya….
Dah duluan dari TKP Mas
Selamat dah, makin mantap aza perjuangannya!
Yassarakallah likulli amrin khairin baina yadaik
sudah ke tkp mas….
eh iya sekalian mo ngundang pengunjung blog iwankus.com untuk berkunjung ke blog saya yang baru mas. Ditunggu kunjungannya ya….
@Octa Dwinanda, hostingnya dimana gan? wkwkwkwk
Ke tkp mas. . .
Salam kenal. . .
langsung ke TKP ahh !
Coba ngintip ah..
Waw keren lho ternyata
Ada yg bilang 4×4=16, sempat gak sempat harus dibalas. Tapi aku hanya bisa membalas kalau sempat saja. Kan gak wajib, dan gak semuanya butuh balasan …
Salam
ok deh.. pindah lokasi dulu yah
kurang emoticon nih bro…
Apakah ada proyek baru nih?
Sampai banyak tamu, tuan rumah gak nongol he . . .
saya sudah baca mas di tkp
memang sih bukan suatu kewajiban buat membalas komentar, namun klo lagi sempat dan bisa alangkah lebih baiknya buat di balas hehe…
yang penting sekadar menyapa di blog
Sebenarnya itu bisa diibaratkan suka-suka, maksutnya itu terserah si visitor mau nulis sebuah komentar atau hanya numpang lewat.
pada prinsipnya, menjawab komentar bisa dilihat berdasarkan sikon dan kebutuhan apakah masih bisa untuk dijawab nanti, atau menuntut jawaban sekarang
situasional saja mas iwan
Menjawab ?? tergantung mas sempat / tidak, perlu di jawab / tidak / mau di jawab / tidak di jawab.